Sekilas

Rabu, 08 April 2015

Jeweran kedua,



Keindahan Alam Indonesia sudah tidak dapat dipertanyakan lagi, kesuburan tanahnya, udara yang sejuk, dan sumberdaya alam yang melimpah dengan apitan dua samudera dan dua benua menjadikan indonesia negeri maritim yang strategis. Kalau Jepang diciptakan ketika matahari terbit, ada yang bilang kalau Indonesia diciptakan ketika Tuhan tersenyum.
Diawali dengan pertanyaan Prof. Sjafril “kenapa tidak ada ahli burung perkutut asal Jawa Barat?”
Cukup berpikir lama, dan menjawab ini itu ternyata tidak ada jawaban yang benar. Lalu, beliau mengatakan bahwa masyarakat Jawa Barat sangat dimanjakan dengan alamnya sendiri.
Ketika bangun tidur, mereka sudah disambut dengan kicauan perkutut “kuk keruuuk....kuk keruuuk” dengan perilaku si burung yang menundukkan kepala seraya mengajak untuk tidur kembali. Lain hal dengan masyarakat Jawa (suku jawa) yang untuk mendengarkan burung saja mereka harus pergi ke ladang dan menangkap terlebih dahulu si burung. Adanya sebuah pengorbanan menjadikan perilaku masyarakat lebih struggle (berhubungan etos kerja)
Anugerah alam yang indah menjadikan perilaku/etos kerja masyarakat untuk berleha-leha karena dimanjakannya oleh alam.
Ingat, sekarang Jawa Barat tidak seperti yang dulu. Panas, berisik, berpolusi. Saya jadi teringat apa yang pernah kakek saya katakan dulu “sora monyet ti derenten (kebun binatang) masih bisa kadangu kneh”.
Semakin padat dan sesaknya jalan akibat transportasi bukan saja mengakibatkan polusi udara tapi mengakibatkan juga polusi suara selain yang pasti ialah kemacetan. Waktu yang dulu bisa dihabiskan dengan berleha-leha di tempat tidur, sekarang harus dibayar dengan menghabiskan waktu tidur kembali di mobil guna mengejar waktu untuk tidak telat masuk kantor.
“Mau sampai kapan males-malesan...nunggu alam rusak dulu?” Atau masih mau menyalahkan pemerintah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Galihghung
2009 - 2016