Sekilas

Senin, 05 Agustus 2019

Cara Main The Legend of Zelda : Breath Of The Wild di PC (tanpa perlu beli nintendo switch)


Kali ini saya ingin memberikan sedikit tutorial tentang bagaimana caranya bermain Zelda Breath Of The Wild di PC, terutama untuk yang ga punya Nintendo Switch. Seperti yang kita ketahui kalau Zelda merupakan game yag menjadi andalan ketika Nintendo Switch pertamakali meluncur di pasaran dan mendapatkan Rating 10/10 (sempurna). Kenapa game ini bisa dapat rating bagus seperti itu karena memang pengalaman yang didaptkan ketika memainkan gamenya seru banget banget. Selain kita bermain RPG disini kita diberikan semi open world dimana bisa menjelajah semua map di dalam game dan map yang dikasih pun luar biasa luasnya dan bisa melakukan upgrading senjata dan jangan lupa bisa naik kuda.
Seperti yang disebutkan di judul sayangnya game ini hanya ada khusus dikeluarkan di konsol milik Nintendo saja, sehingga tidak ada di PC/PS4 ataupun Xbox 360. Tapi bukan hal sulit bagi kita yang punya PC, kita bisa memainkannya di emulator Wii U. Ya, untungnya Zelda breath of Fire ini ada di konsol Wii U, dan kita bisa memainkannya yangmana Wii U sudah ada emulatornya.

Kebutuhan Sistem :
  • Windows 7 (x64) atau diatasanya
  • OpenGL minimal 4.1
  • RAM: minimal 4 GB, 8GB direkomendasikan
  • Microsoft Visual C++ 2015 X64 Redistributable: vc_redist.x64.exe
  • Kartu Grafis : AMD / NVIDIA.

Utk kamu yang Pc kentang bisa dicoba dengan setting low. intel core quad sudah bisa menjalankan emulatornya, ada beberapa game yang memang berat dijalankan.

Langkah Instalasi :

1. Pertama, download emulatornya Wii U atau CEMU di (sini)

2. Setelah download selesai, ekstrak CEMU ke folder yang kamu inginkan.

3. Lalu, download CEMU Hook di (sini)

4. Ekstrak Folder CEMU Hook ke dalam Folder CEMU

5. Kemudian download Graphic Pack di (sini)

6. Lalu, Extract file Graphic Pack yang kamu baru download di folder graphicPacks yang ada pada folder CEMU, bila tidak ada buat folder dengan nama graphicPacks kemudian ekstrak disana.

7. Selamat kamu sudah selesai menginstall CEMU !!

8. Jangan lupa setting contollermu di Options > Input Settings

9. Kemudian kamu bisa mengaktifkan Graphic pack yang sudah kamu download di Options > Graphic packs

10. Rom/wud bisa kalian dapatkan di sini, download menggunakan torrent. Bisa pilih yang versi US karena sudah dengan DLCnya. ukurannya sekitar 14Gb jadi harus sabar menunggu untuk yang speed downloadnya lelet.

*wud (fomat iso/disc di emulator wii)

11. jangan lupa setting keys nya bisa ambil di (sini)
Copy paste keynya dan selesai
Bisa lihat tutorial youtubenya untuk lebih jelas 

12. Selamat kamu sudah bisa menjalankan The Legend of Zelda: Breat of the Wild
Baca Seluruhnya ...

Minggu, 30 Juni 2019

7 Langkah Untuk Membangun Brand Bisnis dari Awal

Membangun sebuah brand dari awal bukanlah perkara gampang.
Ada banyak pertanyaan yang mau tidak mau harus Kamu jawab, mulai dari seperti apa kira-kira tampilannya, bagaimana harusnya orang merasakannya, hingga apakah brand tersebut mampu mewakili nilai-nilai bisnis Kamu ke audiens yang ditarget.
Kamu harus bisa menghubungkan pemisah yang ada antara produk yang dijual dengan orang yang menjadi target penjualan.
Brand yang baik akan selalu dikenal dan memiliki pengaruh yang timeless bagi pelanggan, dan berpotensi untuk menciptakan basis pelanggan yang loyal.
Untuk membangun sebuah brand, ada banyak sekali sebenarnya langkah yang harus Kamu ambil dan terapkan. Untuk mempercepat proses dan agar Kamu tahu kira-kira gambarannya seperti apa, ikuti 7 langkah untuk membangun brand bisnis berikut yang akan memandu Kamu dari awal.


1. Cari Tahu Siapa Target Audiens dan Kompetitor

Langkah pertama yang sangat signifikan untuk dilakukan adalah dengan melakukan riset terhadap target audiens dan kompetitor.
Bila Kamu membangun sebuah brand, kepada siapa produk brand tersebut ditujukan? Seperti apa persona masing-masing? Sudahkah Kamu mengumpulkan data demografisnya?
Bila Kamu ragu menyoal ini, Kamu bisa menganalisa kompetitor Kamu. Cari tahu siapa saja kompetitor potensial yang menjual produk yang mirip dengan yang akan Kamu jual. Dari situ Kamu juga bisa mempelajari siapa audiens yang mereka targetkan.

Ada banyak cara untuk membantu Kamu, antara lain:
  • Manfaatkan Google dengan menggunakan kata kunci pencarian yang berhubungan dengan produk yang dijual atau kategori produk dan analisa setiap kompetitor yang muncul di hasil pencarian tersebut.
  • Cari informasi sebanyak-banyaknya lewat forum maupun website di luar sana.
  • Berbicaralah dengan orang-orang yang termasuk kriteria target audiens Kamu dan tanyakan mereka mengenai brand apa yang menjadi preferensi mereka.
  • Intip akun media sosial yang relevan dengan brand yang ingin Kamu bangun dan cari tahu demografis orang-orang yang mengikutinya.

2. Tentukan Fokus dan Karakteristik Brand Kamu

Menentukan fokus brand Kamu merupakan sesuatu yang sangat penting karena akan sangat berpengaruh terhadap semua elemen yang ada selama Kamu membangun brand tersebut.
Jadi, kepada siapa Kamu akan memberikan value brand Kamu? Kebutuhan dalam bidang apa yang akan dipenuhi oleh brand Kamu? Seperti apa cara Kamu mengantarkan value tersebut?
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu wajib Kamu jawab demi mendapatkan arah yang jelas terkait fokus brand Kamu.
Setelah itu, perlahan fokus tersebut pun akan membantu Kamu menciptakan karakteristik brand Kamu. Salah satu cara untuk menentukan karakteristik sebuah brand adalah dengan memperlakukannya seperti manusia.
Seperti apa penampilannya? Karakter seperti apa yang membuat target audiens Kamu tertarik dengannya?

Hal-hal tersebut akan menentukan brand voice di media sosial atau jaringan internet lain yang Kamu punya nantinya, sekaligus menentukan seperti apa penampilannya dari segi digital creative, baik itu desain maupun tulisan.

3. Tentukan Nama Brand Kamu

Pengaruh pemilihan nama sebuah bisnis bisa jadi sangat kecil atau besar tergantung pada jenis bisnis yang Kamu mulai. Sebuah brand lebih dari sekedar nama. Karakteristik, tindakan, dan reputasi dari sebuah brand yang akan membuatnya dikenal dan membuatnya memiliki arti di pasaran.
Namun, sebagai pemilik bisnis, nama brand merupakan salah satu komitmen penting yang harus Kamu tetapkan di awal pendiriannya. Nama brand akan berpengaruh pada pembuatan logo, penentuan nama domain website, marketing, hingga pendaftaran merk dagang.
Buatlah sebuah merk yang sulit ditiru oleh pihak lain, dan yang paling penting, buatlah nama brand yang unik dan mudah diingat. Pilih nama brand yang memiliki arti luas apabila Kamu berencana untuk mengekspansi bisnis Kamu dengan produk jenis lain.

4. Tentukan Slogan Brand Kamu

Slogan yang catchy dan mampu mewakili visi dan misi brand Kamu merupakan sesuatu yang penting namun tetap saja sulit untuk diciptakan.
Slogan yang singkat dan deskriptif yang mampu mewakili brand Kamu akan mudah untuk dikenali, dan Kamu pun bisa menempatkannya sebagai headline di website bisnis Kamu, di kartu nama, bahkan di media sosial.
Penting untuk diingat bahwa slogan bisa saja diubah seiring brand Kamu berkembang dan setiap kali Kamu menemukan angle baru untuk kepentingan marketing, seperti Pepsi yang sudah mengganti slogannya tidak kurang dari 30 kali dalam beberapa dekade terakhir.

5. Tentukan Penampilan/Gaya Brand Kamu

Baik warna dan font yang terkandung dalam brand Kamu merupakan sesuatu yang sangat penting untuk ditetapkan. Setelah menentukan nama dan slogan brand Kamu, saatnya Kamu menentukan penampilannya secara visual. Warna apa yang menjadi warna utamanya? Font apa yang akan digunakan?
Kamu bisa mencari inspirasi warna dengan menggunakan tool seperti Stylify.me dan menentukan font yang digunakan dengan mencari inspirasi melalui Font Pair.

6. Desain Logo untuk Brand Kamu

Entah Kamu membuatnya sendiri atau menggunakan jasa desainer, sebuah logo akan menjadi wajah sebuah brand Kamu sehingga harus mampu mewakili nilai, visi dan misi brand Kamu secara visual. Kamu juga bisa menggunakan pendekatan yang lebih sederhana ketika mendesain logo, seperti konsep minimalis yang ditawarkan Google lewat logonya, atau bahkan Facebook dan Twitter.

7. Kembangkan Terus

Membangun sebuah brand tidak berhenti saat Kamu membuat logo dan slogan. Brand Kamu harus selalu ada dan tetap konsisten manakala pelanggan Kamu berinteraksi dengannya.
Kamu akan terus membentuk dan mengevolusi brand Kamu setiap kali Kamu mendapatkan pelanggan baru dan mempelajari siapa mereka serta bagaimana caranya berinteraksi dengan mereka untuk meningkatkan engagement.
Perlu disadari bahwa Kamu harus tetap mengapresiasi kenyataan bahwa Kamu tidak akan pernah memiliki 100% kendali terkait bagaimana orang-orang mempersepsikan brand Kamu.
Oleh karena itu, jagalah reputasi Kamu di pasaran, terutama di hadapan pelanggan setia, sehingga Kamu mampu menciptakan basis pelanggan yang loyal terhadap bisnis Kamu.
Dengan begitu, Kamu sudah tahu langkah-langkah apa saja yang perlu Kamu jalani untuk membangun brand bisnis dari awal.
Baca Seluruhnya ...

Hentikan Penjualan, Mulailah Branding!


Branding adalah tentang mengembangkan produk dan layanan unik untuk pasar tertentu di benak konsumen. Artikel ini membantu Kamu membuat identitas merek yang unik dan mengakhiri persaingan harga yang terjadi di pasar.

Hentikan Penjualan, Mulailah Branding! 


Artikel ini sengaja dibuat untuk kamu yang mulai jenuh dengan hanya bergerak sebagai reseller atau agen saja karena ketahui ketika di saat kamu ingin mengembangkan bisnis lebih jauh kamu perlu memikirkan akan kemana produk ini berlangsung “siklus produk” berapa lama produk bertahan dan apakah penjulan kamu akan tetap naik atau justru menurun.
Di era digital industri 4.0 sekarang ketika sebuah usaha/bisnis tidak diukur hanya dengan profit secara nominal saja (tangible) namun kita juga perlu mempertimbangkan sebuah keuntungan secara intangible (tidak dapat dihitung) salah satunya ialah punya bramd atau nama yang dapat dikenal sehingga menjadi image atau gambaran usaha bisnis kita sendiri.
Apa saja ykeuntungan dalam brandiing itu sendiri?
  1. Mengakhiri kompetisi harga dengan “branding”.
  2. Mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai untuk produk dan layanan yang Kamu tawarkan.
  3. Memposisikan barang-barang Kamu dengan merek pribadi, produk, dan pasar.
  4. Membuat identitas merek unik yang bisa ditingkatkan dan cara menjual merek Kamu.
Apakah Kamu hanyalah Komoditas ?
Tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk menjual produk dan layanan bernilai tambah dengan harga pertambahan nilai dibandingkan hari ini! Namun, tidak pernah ada waktu di mana ada kecenderungan yang lebih besar untuk mendorong produk dan jasa ke tingkat komoditas.
Seperti apa khas penjualan pada perusahaan Kamu? Apakah tenaga penjualan Kamu berjuang untuk menjajakan produk atau layanan Kamu pada pasar yang jenuh? Apakah Kamu menjuali pelanggan dengan manfaat yang bisa Kamu berikan hanya agar mereka mengambil keputusan berdasarkan harga? Atau apakah produk perusahaan Kamu dicari secara aktif oleh konsumen yang bersedia membayar harga premium hanya untuk melakukan bisnis dengan Kamu?
Saat ini, tidak ada perusahaan yang melakukan monopoli murna. Selalu ada pengganti (produk substitusi) yang tersedia untuk setiap barang atau layanan. Kemampuan untuk mencapai harga premium, atau nilai tambah, bergantung pada kemampuan perusahaan untuk mengembangkan identitas mereknya. Untuk menciptakan merek yang sukses, Kamu harus terlebih dahulu memahami di pasar mana perusahaan Kamu berada dan di mana produk Kamu berada dalam siklus hidupnya.
Perang Harga Pasar
Untuk bersaing secara efektif di pasar, Kamu harus menyusun strategi yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Kamu. Banyak penulis telah membandingkan strategi pemasaran dengan peperangan. Dalam perang pemasaran, setidaknya ada empat strategi utama yang bisa Kamu gunakan yaitu :
  1. Defensif : Bagian atas bukit yang bertahan melawan atas dan sudut.
  2. Ofensif : Mencoba mengambil alih tempat di atas bukit.
  3. Flanking : Pergi ke tempat yang tidak didatangi musuh.
  4. Gerilya : Serangan terfokus pada segmen yang sangat spesifik di pasar.
Di pasar manapun, pemimpin pasar adalah perusahaan yang dianggap memiliki pangsa pasar terbesar (apakah ini benar atau tidak relevan). Strategi untuk para pemimpin pasar adalah mempertahankan, bukan menyerang pesaing. Satu-satunya tindakan agresif yang perlu diambil oleh para pemimpin pasar adalah menyerang diri mereka sendiri dengan melakukan inovasi.
Jika Kamu adalah pengikut pasar, Kamu harus meyerang pemimpin pasar. Karena tidak ada strategi kompetitif lain yang bisa memberikan hasil.
Flankers melihat peluang untuk mengeksploitasi pasar yang belum berkembang di mana ada sedikit kompetisi di sana. Flankers harus menyerang dengan menggunakan produk-produk baru yang tidak bisa dipertahankan oleh pemimpin pasar.
Jika tidak ada tempat baru untuk dikunjungi, dan Kamu tidak bisa mengalahkan pemimpin pasar, Kamu bisa coba menggunakan pendekatan gerilya. Gerilyawan memusatkan sumber daya mereka yang terbatas pada ceruk-ceruk kecil yang terfokus. Tujuan mereka adalah untuk memenangkan segmen pasar yang kecil namun menguntungkan.
Siklus Hidup Produk
Saat suatu produk atau layanan matang di pasar, Ia akan melewati tiga fase. Frase ini mencerminkan waktu di pasar dan siapa yang mengendalikan harga. Di mana Kamu berada dalam siklus akan secara langsung mempengaruhi strategi pemasaran Kamu.
  • Fase Pengantar : Ketika suatu produk diluncurkan, pabrikan mengontrol harga dengan mengendalikan produksi produk atau layanan baru.
  • Fase Distribusi : Ketika produk atau layanan Kamu menjadi dikenal luas, orang lain menjadi terlibat dalam proses produksi dan nilai tambah oleh mereka yang membawa produk lebih dekat ke pelanggan.
  • Fase Terakhir : Produk atau layanannya produktif dan tertanam di pasar. Ada banyak pemasok dan teknologi tidak lagi menjadi masalah dominan. Harga menjadi dikontrol oleh pembeli yang telah sepenuhnya berpendidikan. Di fase ini margin laba mulai mengalami penurunan.
Ketika kendali Kamu atas harga mulai terkikis, Kamu harus mulai mencari cara untuk berinovasi. Berikut adalah beberapa ide yang bisa Kamu lakukan :
  1. Tingkatkan produk atau layanan yang sudah ada.
  2. Tambahkan layanan baru ke produk yang sudah ada.
  3. Temukan pasar baru untuk produk Kamu.
  4. Kembangkan produk atau layanan terkait baru.
  5. Definisikan kembali pasar yang ada melalui segmentasi.
Kamu harus berhati-hati karena banyak perusahaan menjauh dari keunggulan kompetitif mereka dan mulai kehilangan fokus saat mencoba terlalu banyak hal. Sumber daya tersebar terlalu tipis dan pangsa pasar di daerah yang sudah mapan mulai tergelincir. Di kondisi ini mereka tidak akan mampu bersaing dengan para pemimpin besar di bidang diversifikasi sementara perusahaan lain masuk dan mengambil bagian mereka dalam produk yang sudah mapan.

Baca Seluruhnya ...

Jumat, 28 Juni 2019

Masih Bingung dengan Istilah Dropshipper dan Reseller? Ketahui Perbedaannya!


Sebagai seseorang yang ingin berkecimpung di dunia bisnis online, kamu harus mengetahui kedua istilah berikut ini, yakni dropship dan reseller.

Rupanya masih ada sejumlah pebisnis yang belum mengetahui tentang istilah droship dan reseller. Kedua istilah ini sering dicampur adukkan, padahal menggunakan metode jualan online yang berbeda jauh.

Mari kita simak penjelasan mengenai dropship dan reseller!

Mengenal Dropshipper

Dropshipper merupakan pelaku bisnis online yang berkecimpung dalam hal jual dan beli, di mana penjual tidak perlu menyetok barang dan tanpa melakukan proses pengiriman. Sistem jualan online ini hanya memerlukan seorang supplier sebagai pemasok barang.

Tugas Dropshipper

Dropshipper hanya perlu memposting foto-foto produk dari supplier di web / blog maupun sosial media sebagai platform bisnis online.

Kalau pembeli sudah memesan produk yang mereka inginkan, maka selanjutnya menjadi tugas dropshipper yang berjualan untuk meneruskannya kepada supplier.

Sebelum dropshipper memberikan data-data pembeli kepada supplier, yang meliputi nama lengkap, alamat, nomor telepon yang bisa dihubungi, pesanan, dan bukti pembayaran produk yang dipesan. Atas nama penjual, supplier akan mengirimkan barang yang dipesan ke alamat pembeli.

Keuntungan Dropshipper

Jadi, penjual mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual kepada pembeli dengan harga beli produk dari supplier.

Misal: harga supplier sebesar Rp 60.000, kemudian dropshipper menjualnya Rp 70.000, maka uang yang harus dibayar oleh pembeli sebesar Rp 70.000. supplier hanya mendapatkan uang Rp 70.000, sedangkan sisanya adalah keuntungan dari penjualnya sebesar Rp 10.000.

Keuntungan lainnya adalah dari setiap barang yang mereka jual, akan ada komisi yang didapatkan. Jadi makin banyak jumlah barang yang terjual, maka makin besar pula komisi yang didapat.

Bisnis dropship merupakan salah satu jenis bisnis online yang fleksibel, sebab bisa dilakukan pada waktu luang. Dari penjualan tersebut membuat penghasilanmu makin bertambah dengan menjadi dropshipper. Ditambah modal yang kamu butuhkan pun tidak terlalu besar.

Cara menjadi Dropshipper

Berikut ini cara yang bisa kamu lakukan untuk menjadi seorang dropshipper:
  1. Cari supplier yang jelas dan terpercaya.
  2. Daftarnya diri anda untuk bersedia menjadi dropshipper kepada supplier pilihanmu. Pendaftaran ini sering dilakukan secara gratis dan tanpa syarat-syarat tertentu.
  3. Jika sudah mendapat izin, dropshipper bisa langsung menjual produk dari penyedia barang berdasarkan katalog produk yang diberikan.

Media Online untuk Melakukan Dropshipper

Ada berbagai media online yang bisa digunakan untuk dropship, di antaranya:
  • Marketplace,
  • Blog,
  • Website, dan
  • Media sosial.

Mengenal Reseller


Reseller merupakan pelaku bisnis online yang membeli barang dalam jumlah banyak guna memperoleh barang dengan harga grosir, lalu menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Berbeda dengan dropshipper, seorang reseller malah memerlukan modal untuk membeli barang.
Tugas Reseller

Tugas-tugas reseller di antaranya:
  1. Mengadakan penyetokan barang / produk.
  2. Berinteraksi dengan pembeli, sekaligus mengirim barang secara langsung kepada pembeli.

Perbedaan Dropshipper dan Reseller

Dari penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa perbedaan antara dropshipper dan reseller adalah:
  1. Reseller harus mengeluarkan modal untuk beli barang. Dropshipper tidak membutuhkan modal untuk beli barang.
  2. Reseller harus mengatur stok barang dan mengirimkan barang kepada pembeli. Dropshipper hanya bertugas menghubungkan supplier ke pembeli.
  3. Reseller menjalankan bisnisnya secara online dan offline. Dropshipper hanya menjalankan bisnisnya secara online.
  4. Reseller biasanya merupakan seseorang yang sudah memiliki pengalaman dalam bisnis online,
  5. Dropshipper biasa dilakukan oleh pebisnis online yang pemula.
Baca Seluruhnya ...

Rabu, 26 Juni 2019

Cara Membuat Link WhatsApp Agar Bisa Digunakan di Profil Instagram

Dengan adanya WhatsApp dan Instagram, kini banyak orang semakin mudah menjangkau pengguna lain, terutama untuk urusan bisnis seperti jual-beli, endorsement, dan lain sebagainya.

Bagaimana tidak, kini para pengguna Instagram dapat dengan mudah untuk menempel link WhatsApp yang bisa digunakan oleh pengguna lain untuk mengirim chat secara langsung kepada pengguna tersebut.

Bahkan, pengguna tersebut juga dapat menetapkan format isi pesan WhatsApp yang harus digunakan oleh pengguna lain untuk mengirimkan pesan kepadanya, misalnya untuk membuat order barang.

Bagi kamu yang belum tahu cara membuat link WhatsApp seperti yang dijelaskan, kamu dapat mengikuti ulasan berikut ini untuk membuat link WhatsApp yang bisa digunakan di Instagram dan platform lainnya.

Cara Membuat Link WhatsApp Agar Bisa Digunakan di Instagram

Untuk membuat Link chat langsung ke WhatsApp, kamu hanya perlu menyalin format URL

https://api.whatsapp.com/send?phone=NomorTelepon

dan mengganti NomorTelepon dengan menggunakan nomor telepon yang kamu gunakan untuk WhatsApp.


Selanjutnya kamu tinggal menempelkan URL tersebut (URL dengan nomor telepon WhatsApp yang kamu gunakan) ke dalam profile Instagram menggantikan URL situs web-mu.

Dalam hal ini, kamu dapat membuka Profile, kemudian klik Edit Profile. Selanjutnya kamu tinggal paste URL yang telah kamu salin ke bagian Website, dan mengedit NomorTelepon dengan nomor WhatsApp-mu.

Oiya, dalam hal ini jangan lupa memasukkan kode negara. Sebagai contohnya, misalnya nomor yang kamu miliki adalah 081233445566, maka kamu dapat mengganti NomorTelepon dengan 6281233445566

contoh
https://api.whatsapp.com/send?phone=6281233445566

Setelah selesai, kamu tinggal menekan tombol centang yang terletak di pojok kanan atas halaman, untuk menyimpan pengaturan profil baru tersebut.

Kamu juga bisa menambahkan format isi pesan dengan menambahkan teks &text=FormatPesan di belakang URL yang sebelumnya. Dalam hal ini gunakan %3A menambahkan untuk tanda titik dua, %0A untuk enter, dan %20 untuk spasi.

Sebagai contohnya, kamu dapat menggunakan URL https://api.whatsapp.com/send?phone=6281233445566&text=Nama%20%3A%0AAlamat%20%3A%0ABarang%20Pesanan%3A untuk menampilkan membuat format pesan seperti gambar di bawah ini.

Nah, jika kamu merasa URL tersebut kepanjangan dan susah untuk diingat, kamu dapat memanfaatkan situs pemendek tautan (URL Shortener), seperti bit.ly atau ow.ly.

Cara Membuat Link Whatsapp di Bitly

Dikarenakan teks tersebut sangat panjang dan tidak rapi, maka kita harus memperpendek link whatsapp menggunakan Bitly.
Bagi kamu yang belum tahu mengenai bitly ini biar saya jelaskan sedikit. Bitly adalah layanan url shortener yang bisa memperpendek link panjang agar menjadi terlihat rapi dan bagus. Bahkan kita bisa mengkstumisasinya sesuai dengan link yang diinginkan.

Caranya buka situs https://bitly.com kemudian paste-kan Link Whatsapp tadi dan klik tombol “SHORTHEN”. Jika sudah, maka link akan menjadi pendek kemudian copy lagi dan simpan di notepad.

Menaruh Link Whatsapp di Instagram

Langkah terakhir adalah menyimpan link chat Whatsapp yang sudah pendek tersebut agar bisa tampil di profile bio instagram kita. Caranya buka aplikasi “Instagram » Edit Profile” paste-kan link pada kolo “Website” kemudian save.


Baca Seluruhnya ...
Galihghung Blog
2009 - sekarang