Sekilas

Kamis, 08 Januari 2015

Cinta Produk Dalam Negeri


Ilustrasi Pesawat AirAsia (diambil ketika di bandara KLIA-2)



Hari Kamis pagi...
Tidak ada yang begitu spesial untuk hari ini hampir sama seperti hari-hari biasanya, bangun pagi sarapan dan minum teh tubruk pastinya... ya entah kenapa dalam beberapa bulan ini saya ketagihan dengan yang namanya teh tubruk mungkin dari kebiasaan kakak yang sering mengkonsuminya jadi ikut-ikutan ketagihan juga dan aromanya yang begitu khas dengan tambahan aroma daun melati mengingatkan masa kecil dimana nenek saya selalu menyeduh teh tubruk panas untuk minuman bagi para pelanggannya pada saat dia berdagang...
Sembari menikmati teh, saya melihat secarik kertas di atas meja, kertas dengan kode penerbangan QZ8805 dan jam keberangkatan 11.15 yang tertulis didalamnya dengan nama maskapai “AirAsia”.

Masih jelas teringat tentang pemberitaan kejadian naas yang sudah hampir dua minggu lebih dari kecelakaan pesawat yang menimpa para korban AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 tujuan surabaya ke singapura jatuh akibat cuaca yang buruk, bahkan media di Indonesia masih terus mengupdate info mengenai pencarian korban dan pesawat ini...

Pukul 11.00 siang...
Saya sudah berada di entrance bandara Husein Sastranegara untuk menunggu keberangkatan pesawat tujuan Bandung – Malaysia. Sebelum pesawat datang kami coba mampir dulu di sebuah cafe kecil dengan memesan beberapa minuman. Disudut meja ada tiga orang Malaysia yang sedang asik mengobrol, sepertinya mereka baru saling mengenal dan obrolan mereka masih mengenai tentang kecelakaan pesawat QZ8501. Walaupun saya tidak bisa berbahasa mereka (bahasa melayu) tetapi sedikitnya saya bisa memahami apa yang mereka bicarakan, paham-paham sikitlah....hahaha
Bahkan salah satu dari mereka sampai ada yang memplesetkan jargon maskapai tersebut “Everyone Can Die” (seharusnya Everyone Can Fly). Agak skeptis memang mendengar obrolan mereka dengan berbagai macam teori yang entah darimana mereka sadur, ya selalu banyak yang menjadi seorang pakar dadakan dan politisi mungkin ketika menanggapi suatu masalah walaupun obrolan itu hanya berujung di warung kopi. Ada satu hal yang akan menjadi pertanyaan mungkin, “kalau kalian mempermasalahkan hal itu kenapa kalian masih saja ingin memakai jasa penerbangan AirAsia?”
Lucky me, mereka ngebahas itu juga. Ada salah satu dari mereka yang bertanya kepada kawannya “kenapa awak tumpang air asia?”

“I’M MALAYSIA” itu jawabnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Galihghung
2009 - 2016