F Penerapan Integral dan Diferensial Dalam Bidang Peternakan - galihghungs blog

Penerapan Integral dan Diferensial Dalam Bidang Peternakan

Penerapan Integral dan Diferensial Dalam Bidang Peternakan

Disusun oleh :

Galih Agung Gunawan

200110120123

Kelas C

clip_image002

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

SUMEDANG

2012

 

Penerapan Turunan Dalam Bidang Peternakan

1. Untuk menentukan masa pertumbuhan ternak

Salah satu aplikasi diferensial dalam ilmu peternakan, yaitu pada laju pertumbuhan ternak.Laju pertumbuhan merupakan fungsi linier sigmoid yaitu penambahan bobot badan (berat) berbentuk huruf S, pada awalnya bergerak lambat kemudian cepat dan akhirnya melambat lagi, atau bisa konstan.

Pada masa menjelang dewasa (pubertas), ternak ada dalam masa akselerasi yaitu ketika pertumbuhan dalam masa pertumbuhan yang cepat.Masa akselerasi baik digunakan untuk masa penggemukan terutama pada ternak yang diambil dagingnya.

Sehingga dengan kurva pertumbuhan yang telah dibuat peternak dapat menentukan masa dimana ternak dapat mengonsumsi pakan lebih banyak dan dapat diserap baik oleh tubuh.Sehingga dapat menghasilkan efisiensi pakan dan penambahan bobot badan yang signifikan.

2. Untuk menentukan nilai maksimum dan minimum suatu permasalahan.

Dalam bidang peternakan pastinya para peternak ingin bisa mendapatkan hasil maksimum dengan proses yang minimum.Contohnya dalam penentuan FCR (Feed Convensi Ratio) yaitu ketika ditentukan berapa banyak ransum yang dibutuhkan untuk pertumbuhan 1 kg berat badan.

Sesuai dengan teorema nilai ekstremum, suatu fungsi yang kontinu pada interval tertutup haruslah memiliki nilai-nilai minimum dan maksimum. Jika fungsi tersebut diturunkan, nilai minimal dan maksimal dapat terjadi pada titik kritis atau titik akhir.

Maka kita dapat menentukan FER (Feed Eficiency Ratio) yaitu efisiensi pemberian ransum yang lebih sedikit, namun kita bisa menjual dengan harga yang sama sehingga didapatkan keuntungan yang lebih besar.

3. Untuk membantu dalam Ekonomi Peternakan

Untuk memproduksi dan memasarkan hasil ternak, sebelumnya peternak harus dapat menentukan harga jual dan laba yang diinginkan sehingga dapat memperoleh keuntungan.

Misalnya peternak mampu menghasilkan hasil ternak dengan ketentuan harga beli bibit dan ketentuan pakan yang telah dihitung biayanya atau FCR nya.Maka dalam perumusan harga jualnya bergantung pada harga bibit dan biaya pakan yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan ternak tersebut.

Maka dengan pembuatan turunan kita dapat menentukan nilai harga jual ternak serta dapat membandingkan dengan nilai harga jual pada pasar sehingga dapat dibuat perbandingan dalam biaya serta keuntungan yang diperoleh.

Secara garis besarnya, aplikasi kalkulus diferensial meliputi perhitungan kecepatan dan percepatan, kemiringan suatu kurva, dan optimalisasi.Sedangkan aplikasi dari kalkulus integral meliputi perhitungan kurva minimum.

Contoh Soal

Kurva pertumbuhan sapi potong Hereford mengikuti model y = a(x+1)b Ketika dimulai dari umur 7 bulan atau milai pada masa post weaning growth.

Bila a = berat awal sebesar 50 kg ;

b = koefisien pertumbuhan / ADG sebesar 2 kg/hari;

y = berat badan;

x = umur dalam hari.

1. Berapa bobot badan setelah 7 bulan ?

y=a(x+1)b

Kecepatan pertumbuhan:

y’ = dy/dx = ab(x+1)b1

dy/dx = ab (x+1)b‐1; a=50 ; b=2 ; maka

dy/dx = 50 (2) (7+1)21

= 40 (2) (8)1

= 640 kg

CONVERSATION

0 comments:

Posting Komentar